Istri jenderal polisi yang menampar perempuan petugas keamanan (Avsec) di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara bakal terus diusut.
Wakapolri Komjen Syafruddin memastikan itu. Dia janji akan menindaklanjuti insiden pemukulan tersebut. “Istri jenderal atau jenderalnya pensiunan kami akan proses hukum,” tegasnya di Istana Wakil Presiden, Kamis (6/7).
Syafruddin mengatakan, semua masyarakat sama di mata hukum tanpa memandang pangkat atau jabatan. “Mau jenderal bintang lima, kalau melakukan tindak pidana akan kami proses. Jangankan istrinya, jenderalnya akan kami proses,” tandasnya.
Dalam vido yang tersebar di Yotube itu terjadi sekitar puku; 07.46 WITA. Awalnya JOW, istri polisi itu masuk ke pemeriksaan check poin 2 melalui mesin X-ray. Petugas meminta JOW memasukkan jam tangannya ke mesin X-ray.
ALARM BERBUNYI
Corporate Communication Departemen Head PT Angkasa Pura I, Awaluddin, mengatakan awalnya petugas wanita meminta kepada JOW melepaskan jam tangan.
Peringatan tersebut disampaikan sebelum melewati pemeriksaan mesin sinar X atau X-ray. Namun penumpang itu tidak mau. Setelah penumpang melewati pemeriksaan, alarm mesin walk-through metal detector berbunyi. Petugas wanita meminta JOW untuk mengulangi kembali, namun penumpang itu malah marah.
“Petugas Aviation Security sudah sesuai aturan surat keputusan Dirjen Perhubungan Udara nomor 2765/XII/2010 terkait pemeriksaan keamanan penumpang yakni Pasal 23 bahwa mantel jaket, jam tangan harus dilepas melalui metal detector,” kata Awaluddin .
Namun entah kenapa, wanita yang mengenakan kaca mata hitam itu marah-marah. Petugas wanita itu tampak diam saja saat dimarahi. Namun tiba-tiba ditampar. Ada seorang anak gadis memisahkan penamparan itu.
Petugas wanita itu sempat teriak,
Tetapi wanita itu sambil mengaku istri jenderal polisi mengatakan, “Ibu bisa saya laporin!”
PROSES HUKUM
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyesalkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh seorang penumpang yang mengaku seorang istri jenderal polisi terhadap personil Avsec. “Seharusnya kita semua menghargai petugas yang menjalankan tanggung jawabnya untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang,” ujarnya.
.
Ia berharap penegakan hukum terhadap kejadian ini tetap di kedepankan, sehingga akan menjadi pembelajaran bagi semua pihak khususnya penumpang pesawat udara. “Proses hukum harus tetap jalan,” tegas Menhub. ,br />
Wakapolri Komjen Syafruddin memastikan itu. Dia janji akan menindaklanjuti insiden pemukulan tersebut. “Istri jenderal atau jenderalnya pensiunan kami akan proses hukum,” tegasnya di Istana Wakil Presiden, Kamis (6/7).
Syafruddin mengatakan, semua masyarakat sama di mata hukum tanpa memandang pangkat atau jabatan. “Mau jenderal bintang lima, kalau melakukan tindak pidana akan kami proses. Jangankan istrinya, jenderalnya akan kami proses,” tandasnya.
Dalam vido yang tersebar di Yotube itu terjadi sekitar puku; 07.46 WITA. Awalnya JOW, istri polisi itu masuk ke pemeriksaan check poin 2 melalui mesin X-ray. Petugas meminta JOW memasukkan jam tangannya ke mesin X-ray.
ALARM BERBUNYI
Corporate Communication Departemen Head PT Angkasa Pura I, Awaluddin, mengatakan awalnya petugas wanita meminta kepada JOW melepaskan jam tangan.
Peringatan tersebut disampaikan sebelum melewati pemeriksaan mesin sinar X atau X-ray. Namun penumpang itu tidak mau. Setelah penumpang melewati pemeriksaan, alarm mesin walk-through metal detector berbunyi. Petugas wanita meminta JOW untuk mengulangi kembali, namun penumpang itu malah marah.
“Petugas Aviation Security sudah sesuai aturan surat keputusan Dirjen Perhubungan Udara nomor 2765/XII/2010 terkait pemeriksaan keamanan penumpang yakni Pasal 23 bahwa mantel jaket, jam tangan harus dilepas melalui metal detector,” kata Awaluddin .
Namun entah kenapa, wanita yang mengenakan kaca mata hitam itu marah-marah. Petugas wanita itu tampak diam saja saat dimarahi. Namun tiba-tiba ditampar. Ada seorang anak gadis memisahkan penamparan itu.
Petugas wanita itu sempat teriak,
Tetapi wanita itu sambil mengaku istri jenderal polisi mengatakan, “Ibu bisa saya laporin!”
PROSES HUKUM
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyesalkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh seorang penumpang yang mengaku seorang istri jenderal polisi terhadap personil Avsec. “Seharusnya kita semua menghargai petugas yang menjalankan tanggung jawabnya untuk menjaga keamanan dan keselamatan penumpang,” ujarnya.
.
Ia berharap penegakan hukum terhadap kejadian ini tetap di kedepankan, sehingga akan menjadi pembelajaran bagi semua pihak khususnya penumpang pesawat udara. “Proses hukum harus tetap jalan,” tegas Menhub. ,br />
